Momentum silaturahmi perantau Minangkabau ini menegaskan pentingnya musyawarah, gotong royong, dan pelestarian budaya dalam memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat multikultural Kalimantan Barat.
PONTIANAK, KALBAR SK – Pelantikan kepengurusan Perkumpulan Keluarga Daerah Pariaman (PKDP) Kalimantan Barat tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai budaya dan kekeluargaan masyarakat Minangkabau di tanah rantau.
Ketua Umum DPP PKDP periode 2023–2027, John Kenedy Azis, menyebutkan bahwa dinamika yang sempat terjadi hingga tertundanya pelantikan selama hampir dua tahun merupakan bagian dari proses pendewasaan organisasi. Ia menilai, semangat musyawarah dan kebersamaan yang menjadi ciri khas budaya Minangkabau telah mampu menyatukan kembali seluruh elemen organisasi.
“Perbedaan itu hal biasa, tetapi dalam budaya kita, semua diselesaikan dengan musyawarah. Alhamdulillah hari ini kita kembali bersatu,” ujarnya usai pelaksanaan Pelantikan kepengurusan PKDP di Ajala Gedung Mahkota Hotel Pontianak. Minggu (3/5/2026).
Pelantikan ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi besar bagi masyarakat perantau Minang di Kalimantan Barat. Kehadiran tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga unsur Forkopimda menunjukkan kuatnya jalinan sosial dan budaya antara komunitas perantau dengan lingkungan sekitarnya.
PKDP ditegaskan sebagai organisasi sosial berbasis kekeluargaan yang berperan menjaga dan merawat nilai-nilai budaya Minangkabau di perantauan. Tradisi saling membantu, gotong royong, serta kepedulian sosial menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas organisasi.
“Organisasi ini bukan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk menjaga silaturahmi dan nilai-nilai kebersamaan. Itu adalah bagian dari budaya kita,” tegasnya.
Seiring perkembangannya, PKDP telah memiliki jaringan luas di lebih dari 20 provinsi dan 132 kabupaten/kota di Indonesia. Jaringan ini tidak hanya memperkuat hubungan antarperantau, tetapi juga menjadi sarana pelestarian identitas budaya Minangkabau di berbagai daerah.
Dalam konteks Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, keberadaan masyarakat Minang dinilai turut memperkaya keberagaman budaya daerah. Interaksi yang harmonis antar-etnis menjadi cerminan kehidupan multikultural yang saling menghargai.
Perwakilan Pemerintah Kota Pontianak, Trisnawati, menyampaikan bahwa kota ini terbuka bagi seluruh budaya untuk tumbuh dan berkembang. Ia mengapresiasi kontribusi komunitas PKDP dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Pontianak adalah kota yang inklusif. Keberagaman budaya justru menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan,” ujarnya.
Selain sebagai wadah silaturahmi, PKDP juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti membantu warga yang membutuhkan hingga memfasilitasi rujukan pengobatan. Hal ini menjadi bagian dari implementasi nilai adat Minangkabau yang menjunjung tinggi kepedulian terhadap sesama.
Di akhir sambutannya, Ketua Umum mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan sebagai cerminan nilai adat yang diwariskan. Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan berasal dari luar, melainkan dari dalam organisasi sendiri.
“Kalau kita tetap berpegang pada nilai kebersamaan dan adat, organisasi ini akan terus kuat,” pungkasnya.
Dani 74

0Komentar