ACEH, NAD SK – Jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Bandar Pusaka dan Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, kembali berfungsi normal dan menjadi penghubung vital bagi aktivitas masyarakat.
Infrastruktur sementara ini terbukti mampu memulihkan mobilitas warga setelah sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera bagian utara pada akhir November 2025.
Setiap hari, jembatan tersebut dilalui ratusan kendaraan milik warga. Para pekerja memanfaatkannya untuk menuju tempat kerja, sementara pelajar menggunakannya sebagai akses utama ke sekolah. Kehadiran jembatan gantung ini tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat di dua kecamatan tersebut.
Hendra, warga Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, mengatakan keberadaan jembatan darurat sangat membantu kehidupan sehari-hari. Menurutnya, akses yang kembali terbuka membuat aktivitas warga menjadi lebih lancar.
“Sangat terbantu dengan adanya jembatan ini,” ujar Hendra, Rabu (29/4/2026).
Sebelumnya, masyarakat mengandalkan jembatan beton sebagai akses utama antar kecamatan. Namun, jembatan tersebut hancur diterjang banjir pada akhir November 2025 sehingga sempat menghambat mobilitas warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera bergerak cepat membangun jembatan darurat sebagai solusi sementara. Langkah ini dinilai efektif karena mampu memulihkan konektivitas antarwilayah dalam waktu relatif singkat.
Warga pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah melalui Satgas PRR dalam menghadirkan kembali akses penghubung.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah,” tambah Hendra.
Meski memberikan manfaat besar, masyarakat tetap berharap pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan agar mobilitas jangka panjang dapat berjalan lebih aman dan optimal.
Sementara itu, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memastikan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana akan terus dilanjutkan dari kondisi fungsional menuju pembangunan permanen.
“Pekerjaan perbaikan infrastruktur terus berjalan. Saya mengapresiasi upaya TNI/Polri, BNPB, serta Menteri PU yang terus bergerak,” ujar Tito usai Rapat Koordinasi Tim Pengarah Satgas PRR di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Sumber: Satgas PRR Pascabencana Sumatera
Editor: Redaksi SK

0Komentar